Entah apa yang harus aku lakukan sekarang, semua seperti sudah tidak berarti lagi. sebenarnya aku "Ingin selalu bercerita, tapi apa daya Tuhan berkata lain". Aku menulis ini dengan jiwa yang tidak ikhlas, dengan mata yang penuh airmata dan dengan rasa tidak percaya bahwa cerita yang ku bangun dengan kata demi kata, kalimat demi kalimat dan paragraf demi paragraf ini, telah aku hapus sendiri karena aku belum bisa memberi titik di akhir paragraf dari cerita itu yang menandakan cerita tersebut telah menemukan ujungnya, walau aku tidak tau ending dari cerita ini akan berakhir bahagia atau malah sebaliknya.
Ya Allah, aku mencintai dia, bahkan ketika aku memutuskan untuk mundur dan meninggalkan diapun hatiku penuh dengan rasa sayang dan cinta sama dia. Jujur aku tidak ikhlas untuk mengatakan itu semua, namun jika aku lanjutkan cerita ini juga percuma karena aku tidak bisa memberi kepastian untuk akhir cerita ini. Sekarang aku hanya bisa membodohi diriku sendiri, aku adalah penulis cinta yang tiada guna, aku adalah sutradara gagal untuk cerita hidupku dalam kisah cinta karena aku harus melepas pemeran utama hanya karena ending dari sebuah cerita yang belum bisa aku pastikan berakhir bahagia atau sebaliknya.
Ya Allah, tak pernah aku serapuh ini, merasakan bahwa sebuah kesedihan hanya karena seorang wanita yang engkau temukan aku dengan indah, dan harus berpisah bukan sebuah kesedihan yang mendalam. Bukan ini yang aku mau, bukan ini ya Allah, cerita yang ku buat bukan seperti ini. cerita yang aku buat adalah aku bisa hidup bahagia dengan dia, menempati rumah sederhana, memiliki putra-putri yang shaleh dan shalehah dan hidup sebagai sebuah keluarga yang bahagia yang sakinah, mawa'dah dan warahmah. Kenapa ya Allah, kenapa engkau rubah cerita ini..?? kenapa tidak sesuai dengan skenario yang aku buat, apakah ini kehendakMu? apakah ini skenarioMu? kenapa...???? Ampun ya Allah... jika telah tidak percaya dengan takdirmu, namun izinkan aku meneruskan cerita ini sesuai dengan cerita yang aku inginkan.
Ya Allah, Engkau boleh ambil apapun asal jangan Kau ambil dia dariku, aku mohon.. aku mohon.. apa yang harus aku lakukan? apakah aku telah terlambat? apakah karena dosa yang aku buat sehingga aku tidak berhak mendapatkan kebahagiaan yang aku inginkan..??? kalau memang seperti itu, buat apa...??? buat apa Engkau temukan aku dengan dia...??? Aku ngerasa bersalah... telah jatuh cinta dan berhasil membuat dia jatuh cinta kepadaku, namun aku terpasung dengan dosa.... adakah keajaibanMu saat aku merasa yakin dialah jodohku?? adakah belas kasihmu untuk hambaMu yang hina ini ketika aku percaya bahwa dialah wanita pilihanMu, yang bisa menjadi istri yang shalehah buatku dan menjadi ibu yang baik buat anak-anakku kelak...????
Ya Allah, maafkan aku.. maafkan aku telah menyalahkanMu, jika memang ini jalan terbaik buatku dan dia tunjukkan ini memang baik. Satu permintaanku padaMu ya Allah.. Jaga dia untukku aku ngga mau sedikitpun terjadi dengannya, jangan sampai kesedihan menyelimuti hidupnya, dan biarkan senyumnya terus merekah dalam hari-harinya. Aku sendiri sekarang, berusaha menikmati kesendirian walau aku yakin akan lebih bahagia jika bersama dia.
Aku masih akan menunggu keajaiban dariMu, sampai tiba waktunya engkau telah menentukan waktunya. aku akan terus berusaha sendiri tanpa dia, karena aku sudah ngga mau menyakitinya sekarang, lebih baik aku berusaha menyelesaikan sendiri berharap semua selesai dan aku bisa menjemput, semoga semua masih berpihak kepadaku dan aku tidak terlambat untuk menjemputnya. Amien
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Thanks buat blognya...kau takkan terganti
BalasHapuscmn bisa bilang "bodohnya kalo ga mncoba n berani mrubuhkan pghalang itu",,jangan suka mnyiksa prsn sndri..smua ada resikonya untuk mndapatkan satu kbahagiaan..Tuhan sdg mncoba dgn cinta kalian..jangan terpancing emosi sesaat yg akan mnimbulkan penyesalan selamanya..tetep istiqomah semua krna Allah..hasil qta adlh awal niat qta..harus berani ambil kputusan..pkrkn smuanya..
BalasHapus