Sabtu, 10 Oktober 2009

Dia adalah wanita pilihan

Apa lagi yang harus ku tulis malam ini untuk dia, sepertinya semuanya udah cukup untuk meyakinkan aku bahwa dia adalah wanita pilihan hatiku, bukan karena aku terlalu berlebihan namun perasaan ini yang mengatakan, sungguh ini yang nyata aku rasakan.

Menangis aku karena dia malam ini, merasakan kerinduan yang amat dalam yang sulit aku tahan. Wanita mulia yang telah membuatku merasa gila, sungguh sebuah keberuntungan air mataku jatuh karenanya, bukan karena bersedih tapi karena bahagia.

Aku ingin abadi, abadi merasakan perasaan ini, walau aku belum tau sampai mana aku bisa bertanya, sampai kapan rahasia Tuhan akan terungkap?? sungguh aku ingin mendapat jawaban itu agar aku bisa membahagiakan dia secepatnya jika memang dia benar akan jadi milikku dan tidak terlalu lama memberikan keperihan jika memang keberuntungan bukan milikku, walau aku tau akupun akan merasakan keperihan itu.

Stay with me Nino.. please... ini yang selalu aku minta dari dia, karena aku rapuh sekarang, benar-benar rapuh dengan semuanya karena pada kenyataannya aku belum bisa keluar dari lorong gelap yang membelengguku saat ini. sumpah aku ingin keluar, keluar secepatnya.. aku sudah berlari, berlari mencari pintu yang di depannya sudah ada dia yang menanti dengan cinta dan sayang yang sangat luar biasa yang akan memberikan pelukan dan kecupan yang bisa membuat aku merasa nyaman. Aku tau dia masih menunggu dan akan terus menunggu sampai pada saatnya rahasia Tuhan akan terungkap.

Air mata ini belum berhenti juga, berkhayal keindahan yang seandainya bisa aku dapatkan dari dia, berkhayal ketentraman yang bakal aku dapatkan dari dia. sengaja tak ku usap karena ini adalah sebuah kebahagiaan dan aku tak akan pernah menghilangkan kebahagiaan ini sekarang.

Aku ingin dia tau ketika dia baca ini,
"Kamu adalah wanita pilihan Tuhan untukku, dan kamu juga wanita pilhan hatiku.. tersenyumlah ayg.. tersenyumlah untukku disaat sedihku karena saat ini yang aku punya cuma kamu.. dan kalaupun ada air mata yang menetes dari matamu biarkan dia mengalir di pipimu jangan di usap... biarkan air mata itu jatuh dan membasahi pipiku juga...

Aku mencintamu dan aku menyayangimu... Pelukku untukmu...

1 komentar: