Jumat, 29 Mei 2009

Yang terakhir, tapi aku harap tidak...

28 Mei 2009... Akan aku anggap sebagai hari yang bersejarah buatku, karena di hari ini aku telah buat dia tertawa di awal dan menangis di akhir...

Bahagia dan nggak percaya itu sebuah ungkapan yang pertama kali aku rasakan ketika aku tahu dia di Jakarta, dekat... bahkan sangat dekat, walau sempat berpikir ini hanya sebuah candaan namun akhirnya aku ketahui ini adalah sebuah kenyataan... Mulutku kaku, lidahku seperti beku dan mataku seperti tak ingin lepas untuk memandangi wajahnya yang selama ini cuma bisa aku lihat dari foto, Apakah ini mimpi ya Allah.. Wanita itu ada di depan mataku, Wanita yang selama ini aku kagumi, aku sayangi bahkan aku cintai tersenyum manis menyambut kedatanganku untuk menemui dia, bahkan sampai aku menulis ini wajah dan senyuman itu masih terus ada di dalam mataku dan tidak ada keinginan sedikitpun dalam diriku untuk menghapus bayangan dirinya dari mata ini.

Bisa aku rasakan detak jantungnya yang seperti tidak beraturan ketika berhadapan denganku, bisa aku tebak kesalah tingkahannya ketika ada disampingku, dan itu membuatku ingin sekali memeluk dia, namun ku tak bisa. Tidak ada kata yang bisa melukiskan kebahagiaanku sore itu, aku cuma berharap waktu saat itu harus berhenti karena biar aku bisa lebih lama bersama dia dan memandangi wajahnya, namun aku tak bisa karena waktu sekalu bergulir dengan pasti karena waktu tidak pernah kenal kompromi.. akan banyak cerita di sore itu dan satu yang paling aku kenang dan nggak bakal aku lupain seumur hidup aku adalah ketika satu ciuman tersayang ku berikan kepada dia di tangan lembutnya, Oh Tuhan.. ini adalah moment yang memang membuat aku gila.. bahkan ketika dia berpaling untuk pergi, aku masih terus membayangi wajahnya, senyumnya dan ciuman itu...

Namun kebahagiaan itu cuma bertahan sementara, senyumanmu telah berganti dengan air matamu, setelah aku ceritakan tentang diriku sebenarnya dengannya, aku merasa telah menodai kebahagiaan dia, walau sebenarnya sangat tidak aku harapkan namun aku berpikir dosa inipun akan tetap aku ceritakan dengannya cepat atau lambat..

Dosa, yah dosa yang sudah aku lakukan adalah dosa terbesar yang mungkin siapapun orang yang akan mendengar cerita inipun akan mengatakan tidak percaya, tapi ini nyata.. nyata karena memang ini telah terjadi dan ini aku anggap kebodohan terbesar yang pernah aku lakukan dalam kehidupanku...

Dia telah tahu semuanya, dia telah tahu siapa aku sebenarnya, dia telah tahu bahwa aku tak seperti apa yang selama ini dia pikir. Aku tidak menyesal bahkan sama sekali tidak ada rasa sesal dalam hati ini telah bercerita kepada dia, dia orang pertama yang tahu tentang cerita ini, tapi dengan aku menceritakan semuanya, aku telah menyakitinya entah untuk saat ini saja atau selamanya... yang aku sesali adalah kenapa ketika aku sudah berjanji kepada diriku sendiri untuk tidak membuat dirinya menangis, justru aku yang membuat dia menangis?

Inikah akhir dari aku dan kamu bercerita? inikah unjung dari cerita yang tak berujung? Aku merasakan itu, walau aku berharap ini bukan namun apapun yang terjadi aku siap, aku siap untuk terima segalanya, karena aku sadar aku memang bukan orang yang terbaik buat dia, aku bukanlah orangnya, aku bukan orang itu aku bukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan semuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....!!
Aku mencintai dia, aku menyayangi dia, aku belum siap untuk kehilangan dia saat ini....!!! namun aku harus terima jika memang itu yang harus terjadi...

Mungkin ini yang terakhir, tapi aku harap tidak dan aku ingin dia tahu ini..

aku dan kamu bercerita dan cerita kita tak berujung...

1 komentar:

  1. dia tetap menyayangi mu, meskipun ia sadar semua harapannya sudah pupus..karena kamu gkn bisa lepas darinya !!!!

    BalasHapus