Selasa, 08 Desember 2009

Semoga kamu bisa...

Sendiri aku di kamar ini, kamar yang selalu menemani kesepianku yang kembali aku dapatkan sekarang, aku merasa sudah tidak ada lagi yang berarti mulai saat ini, bukan karena kesalahan dia, sesungguhnya dia gak salah tapi akulah penyebab mengapa aku kembali merasa kesepian.

Aku sadari kesalahan aku saat dia mengatakan "aku ingin mengahilang". kebodohanku kembali aku ulangi disaat dia merasa bukan menjadi dirinya sendiri. aku yang telah merubah dia untuk menjadi seorang pembohong, dimana yang ku tahu dialah wanita yang amat sangat jujur sebelumnya dan itu berubah seketika saat dia mulai mengenal diriku dan dekat dengan aku.

Dan ketika keputusannya untuk "menghilang" dari hidupku, disitulah aku sadar atas kesalahanku yang telah merubah dia menjadi wanita yang penuh kebohongan, jujur saat ini aku tidak sama sekali menyalahkan dia atas keputusannya, ini semua salah aku dan aku siap untuk menanggung segala resikonya, sekalipun dia memutuskan untuk "pergi" pun aku mencoba untuk menerima semua itu.

Aku kembali sendiri, dan aku kembali kesepian saat ini, setelah aku merasakan dialah yang telah menemaniku namun dia telah "menghilang". senyumku berubah menjadi airmata dan tawaku berubah menjadi sebuah duka. Dan ketika dia membaca ini yang aku mau jangan kasihani aku dengan apa yang aku rasakan sekarang, aku telah terbiasa kesepian dan aku telah terbiasa berkawan dengan kesendirian.

Aku harus kuat, aku harus tetap tersenyum walau senyum itu hanya untuk diri aku sendiri, aku telah terbiasa sendiri aku telah terbiasa sepi, sebelum ada diapun aku telah merasakannya sehingga aku sudah tidak merasa asing dengan kesendirian, aku harus terbiasa lagi dengan air mata sekarang. aku akan kembali duduk disudut kamar itu dengan nyanyian tentang kesendirian.

Aku akan bantu dia untuk menemukan siapa diri dia sebenarnya, aku akan bantu dia untuk menjadi wanita yang penuh dengan kejujuran dan ketulusan karena itulah dia yang aku kenal sampai saat ini.

Semoga kamu bisa...