Sabtu, 30 Mei 2009

Cerita ini terus berlanjut, walau entah sampai kapan..? Aku harap selamanya....

Malam yang menyedihkan aku rasakan, ketika hati merasa bahwa sudah tidak ada lagi kesempatan untuk bisa bersama dia karena sebuah kesalahan masa lalu. Tak hentinya aku memandangi wajahnya semalaman, wajah yang telah membuatku yakin dialah orangnya, orang yang terakhir yang akan menjadi milikku walau semua kehendak tetap ada pada yang maha kuasa.

Ketika pagi mulai menyapa, semangatku seperti telah di serap oleh kesedihan yang mendalam, tidak ada gairah dan aku merasakan bahwa inilah akhir dari sebuah cerita, sampai aku merasakan semua telah berubah, tak ada satupun pesan yang aku dapatkan di layar ponselku sampai aku beranikan diri untuk bisa menyapanya dengan mengatakan semua telah berubah.

Pesanpun kemudian masuk, tapi kenapa justru aku tambah sedih, tapi kenapa justru aku seperti bukan siapa-siapa lagi? Aku rapuh aku, aku seperti orang tolol pagi itu. dan aku agak tau apakah aku siap untuk melewati hari itu tanpa dia.

Sepanjang jalan merupakan perjalanan yang gila buatku, di balik kaca helm aku air mataku terus dan terus mengalir, aku semakin lemah dan hampir aku urungkan niatku, niat untuk mendapatkan pekerjaan baru. Tapi dia memberikan semangat lagi buatku, walau dalam keadaan seperti ini dia tetap ada, dia yang membuat air mata ini tapi dia juga yang telah menghentikannya...

Ternyata cerita itu terus berlanjut, cerita yang aku pikir telah berakhir, walau mungkin akan butuh lama untuk menyelesaikannya, namun cepat atau lambat cerita ini akan segera berakhir. Pertanyaannya akankah cerita berakhir dengan happy ending? ataukah akan berakhir dengan bad ending? Rasa dan harapanku masih tetap sama, walau dia merasa bahwa rasa tetap sama namun harapan telah musnah, tapi doa dan harapakku tak akan pernah berhenti untuk bisa bersamanya, bersama dalam sebuah ikatan yang nyata, dan itu akan terjadi dan pasti akan terjadi...

Terima kasih ya Allah, engkau telah kirimkan dia sebagai penyemangat hidupku, nyaman dan tenang ku rasakan dengannya, senyuman kembali aku dapatkan karena dia, diriku telah aku dapatkan kembali setelah sekian lama di penuhi dengan kepalsuan. tapi dengan dia aku merasa menjadi diriku sendiri, aku merasa menjadi manusia yang paling bahagia dan aku harap ini bukan hanya sementara..

Dia ya Allah... Dia yang ku harapkan, jangan hancurkan aku lagi karena harus kehilangan dia, aku harus bisa menjadi miliknya.. berikan kemudahan, kelancaran dan kekuatan untuk terus bisa bersama dia...

Jumat, 29 Mei 2009

Yang terakhir, tapi aku harap tidak...

28 Mei 2009... Akan aku anggap sebagai hari yang bersejarah buatku, karena di hari ini aku telah buat dia tertawa di awal dan menangis di akhir...

Bahagia dan nggak percaya itu sebuah ungkapan yang pertama kali aku rasakan ketika aku tahu dia di Jakarta, dekat... bahkan sangat dekat, walau sempat berpikir ini hanya sebuah candaan namun akhirnya aku ketahui ini adalah sebuah kenyataan... Mulutku kaku, lidahku seperti beku dan mataku seperti tak ingin lepas untuk memandangi wajahnya yang selama ini cuma bisa aku lihat dari foto, Apakah ini mimpi ya Allah.. Wanita itu ada di depan mataku, Wanita yang selama ini aku kagumi, aku sayangi bahkan aku cintai tersenyum manis menyambut kedatanganku untuk menemui dia, bahkan sampai aku menulis ini wajah dan senyuman itu masih terus ada di dalam mataku dan tidak ada keinginan sedikitpun dalam diriku untuk menghapus bayangan dirinya dari mata ini.

Bisa aku rasakan detak jantungnya yang seperti tidak beraturan ketika berhadapan denganku, bisa aku tebak kesalah tingkahannya ketika ada disampingku, dan itu membuatku ingin sekali memeluk dia, namun ku tak bisa. Tidak ada kata yang bisa melukiskan kebahagiaanku sore itu, aku cuma berharap waktu saat itu harus berhenti karena biar aku bisa lebih lama bersama dia dan memandangi wajahnya, namun aku tak bisa karena waktu sekalu bergulir dengan pasti karena waktu tidak pernah kenal kompromi.. akan banyak cerita di sore itu dan satu yang paling aku kenang dan nggak bakal aku lupain seumur hidup aku adalah ketika satu ciuman tersayang ku berikan kepada dia di tangan lembutnya, Oh Tuhan.. ini adalah moment yang memang membuat aku gila.. bahkan ketika dia berpaling untuk pergi, aku masih terus membayangi wajahnya, senyumnya dan ciuman itu...

Namun kebahagiaan itu cuma bertahan sementara, senyumanmu telah berganti dengan air matamu, setelah aku ceritakan tentang diriku sebenarnya dengannya, aku merasa telah menodai kebahagiaan dia, walau sebenarnya sangat tidak aku harapkan namun aku berpikir dosa inipun akan tetap aku ceritakan dengannya cepat atau lambat..

Dosa, yah dosa yang sudah aku lakukan adalah dosa terbesar yang mungkin siapapun orang yang akan mendengar cerita inipun akan mengatakan tidak percaya, tapi ini nyata.. nyata karena memang ini telah terjadi dan ini aku anggap kebodohan terbesar yang pernah aku lakukan dalam kehidupanku...

Dia telah tahu semuanya, dia telah tahu siapa aku sebenarnya, dia telah tahu bahwa aku tak seperti apa yang selama ini dia pikir. Aku tidak menyesal bahkan sama sekali tidak ada rasa sesal dalam hati ini telah bercerita kepada dia, dia orang pertama yang tahu tentang cerita ini, tapi dengan aku menceritakan semuanya, aku telah menyakitinya entah untuk saat ini saja atau selamanya... yang aku sesali adalah kenapa ketika aku sudah berjanji kepada diriku sendiri untuk tidak membuat dirinya menangis, justru aku yang membuat dia menangis?

Inikah akhir dari aku dan kamu bercerita? inikah unjung dari cerita yang tak berujung? Aku merasakan itu, walau aku berharap ini bukan namun apapun yang terjadi aku siap, aku siap untuk terima segalanya, karena aku sadar aku memang bukan orang yang terbaik buat dia, aku bukanlah orangnya, aku bukan orang itu aku bukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan semuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....!!
Aku mencintai dia, aku menyayangi dia, aku belum siap untuk kehilangan dia saat ini....!!! namun aku harus terima jika memang itu yang harus terjadi...

Mungkin ini yang terakhir, tapi aku harap tidak dan aku ingin dia tahu ini..

aku dan kamu bercerita dan cerita kita tak berujung...

Jumat, 22 Mei 2009

Bertambah Usiaku, namun ada yang berbeda

Hari ini bertambah usiaku , Tak henti-hentinya aku ucapkan syukur kepadaMu yang masih memberikan kesempatan buatku menikmati hidup ini, Kenikmatan, Rizki dan kesehatan yang tak pernah hentinya engkau berikan kepadaku, seolah membuatku merasa makhluk ciptaanmu yang paling beruntung di dunia ini. Make a wish telah aku ucapkan dalam renunganku, dengan harapan semoga Engkau tak pernah berhenti memberikan nikmat yang banyak buatku, Rezeki yang halal buatku dan kesehatan sehingga aku terus bisa menjalani hidup ini penuh dengan senyuman.

Satu permintaanku Ya Allah dan aku sering ucapkan dalam setiap sholatku, setiap hembusan nafasku dan berharap Engkau mau mendengarkan dan mengabulkan doaku yang sangat tulus dari hati ini, untuk bisa mempertemukan, mempersatukan dan menjodohkan aku dan dia untuk selamanya. Aku ingin engkau yang jadi saksi cinta kita yang terlarang, Engkau yang mempertemukan kami dan aku yakin Engkau akan memberikan yang terbaik buat kita berdua dan mencapai sebuah hubungan yang baik yang di dasari atas namamu ya Allah.

Bertambah usiaku, namun ada yang berbeda.... berbeda karena ada ada yang kurang yang aku rasakan di usia baru aku ini... DIA .... Yah... Dia yang membuat hari spesialku merasa ada yang tidak sempurna dan tidak bahagia. Aku berharap ada dia, dia orang yang pertama memberikanku ucapan itu, dia yang pertama memberikan pelukan itu dan dia yang pertama yang mencium keningku. Namun aku mengerti dengan posisi ini dan aku tidak mungkin berharap yang lebih, karena itu benar-benar mustahil terjadi. Maafkan aku yang tidak bisa berbuat lebih untuk kita. Tahun ini tidak mungkin, tapi mungkin di tahun depan, karena tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.

Semoga Allah mendengar dan mengabulkan doaku untuk menjadikan kamu yang terakhir dalam hidupku.... Amien Walau dia tak ada, namun aku ngerasa dia ada, walaupun dia jauh tapi aku ngerasa dia dekat, dekat sekali sampai aku bisa merasakan hembusan nafas dia di muka ku ini.

Hati kita seperti sudah menyatu, dan aku berharap bukan hanya sesaat tapi untuk selamanya... Amien Selamat Ulang tahun untuk diriku, mungkin hari ini kamu bukan siapa-siapa namun kamu harus yakin hari esok kamu akan menjadi orang yang luar biasa.... SEMANGAT....!!!!!




Untuk akudankamubercerita dan cerita kita tak berujung..

Sabtu, 02 Mei 2009

Kita gak salah.. hanya waktu aja yang tidak tepat...


Untuk kamu.....

Aku gak pernah menyesali dengan perasaan aku ini, karena ini adalah perasaan yang jujur dari dalam hati, dan aku ingin mencoba jujur sama kamu tentang semua itu, menurutmu aku salah? Jika memang kita aku salah, aku gak akan mencari pembenaran, karena aku sadar aku salah, dan kamu berhak bilang aku salah, karena akupun telah berbohong tentang perasaan ini kepada dia, begitu juga dengan kamu, jika itu memang benar, kamu mempunyai perasaan yang sama denganku...


Waktu yang memang belum mengizinkan kita untuk bersama, aku sadar dengan posisi aku saat ini, dan aku siap menerima kenyataannya nanti kalau misalkan rasa ini tidak berubah menjadi apa yang selama ini aku harapkan. walaupun aku harus menangis aku akan menangis bahagia karena aku adalah pria yang beruntung telah mempunyai perasaan ini kepadamu...


Kita gak salah, hanya waktu aja yang tidak tepat, aku juga gak mau menghakimi kamu dengan perasaan kamu, itu adalah anugerah, mencintai seseorang adalah anugerah, karena dengan mencintai kita punya suatu keinginan untuk bisa membuat orang yang kita cintai bahagia, dan membuat orang lain bahagia adalah sebuah pahala.. walau dengan cara yang salah, tapi aku yakin Tuhan mencatat itu sebagai sebuah kebaikan...


Biarlah waktu yang akan menjawab cerita kita, dengan tetap berusaha dan berdoa mengharapkan yang terbaik buat hidup kita, InsyaAllah dengan niat baik, kita akan menghasilkan yang terbaik..


Maafkan aku jika mungkin suatu saat nanti aku tidak bisa wujudkan mimpi ini, bukan karena tidak mampu, namun Tuhan yang belum mengizinkan kita bersatu. Dan aku ingin kamu tau, mencintaimu adalah salah satu anugerah terindah dalam hidupku... yang tidak akan pernah ku sesali sedikitpun dalam hidupku...

Kita hanya berencana, Tapi Allah yang menentukan....